loph derina

Jumat, 23 Oktober 2009

BaNjIR


Mengapa Terjadi Banjir ?Banjir sering terjadi sebagian besar dikarenakan oleh tangan-tangan manusia juga, diantaranya karena banyaknya sampah yang dibuang sembarangan ke dalam saluran air (selokan) dan sungai yang menyebabkan selokan dan sungai menjadi dangkal sehingga aliran air terhambat dan menjadi tergenang. Yang kedua, dikarenakan tidak adanya saluran air di beberapa jalan raya, sehingga air yang tidak mengalir dan hanya menggenang dijalan lama kelamaan akan menghancurkan aspal jalan. Selain dua faktor sebelumnya, faktor lainnya karena tanah sudah tidak mampu menampung dan menyerap air lagi disebabkan ulah penebang-penebang pohon di hutan yang tidak menerapkan sistem reboisasi (penanaman pohon kembali) pada lahan yang gundul, sehingga daerah resapan air sudah sangat sedikit. Faktor alam lainnya adalah karena curah hujan yang tinggi sehingga tanah tidak mampu meresap air.
akibat dari banjir sering kita dengar Di berbagai media cetak (koran) maupun media elektronik (TV, radio, internet) banyak diberitakan musibah banjir yang menimpa saudara kita diberbagai daerah Indonesia maupun diluar negara Indonesia. Banjir tersebut menghanyutkan dan menenggelamkan rumah, harta benda bahkan jiwa manusia. Banjir besar yang sering terjadi dengan tiba-tiba tersebut di sebut dengan banjir bandang.
solusi untuk menghindari banjir adalah:
Membuang sampah pada tempatnya, tidak disembarang tempat.
Bekerja bakti dalam waktu yang rutin, misalnya 1 bulan sekali untuk membersihkan selokan (got), kali maupun sungai di daerah sekitar kita.
Digalakkannya kembali Sistem Reboisasi, baik di hutan maupun daerah taman kota oleh pemerintah dan masyarakat.
Adanya penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya banjir dan hal-hal yang berkaitan dengan banjir

Kamis, 15 Oktober 2009

masa depan pertanian dalam pandangan generasi muda

Pada saat ini Salah satu faktor yang akan memperngaruhi perubahan pada kondisi masyarakat di masa yang akan datang adalah berkembang teknologi telekomunikasi dan informasi. Teknologi komunikasi dan informasi seperti internet, televisi, telepon akan banyak merubah kondisi sosial, ekonomi, budaya bahkan geografis manusia. Teknologi komunikasi dan informasi juga menyebabkan semakin majunya dunia, sehingga saat ini seluruh dunia dapat dilihat dan dirasakan kehadirannya di depan meja kerja, ruang tamu dan sangat dekat dengan kehidupan manusia,begitu juga dengan pertanian seiring perkembangan waktu pertanian di indonesia mengalami perkembangan,diawali dengan bercocok tanam dengan cara ladang berpindah,irigasi dan sekarang ini dengan teknologi yang sudah berkembang.
Pertanian di masa yang akan datang juga akan semakin dirumitkan dengan penyusutan lahan pertanian akibat konversi lahan . Koversi lahan adalah suatu hal yang tak dapat dihindarkan. Oleh sebab itu, di masa yang akan datang akan muncul teknik pertanian dengan cara-cara yang tidak membutuhkan lahan yang luas misalnya dengan menggunakan polybag
,dengan penggunaan alternatif diharapkan pertanian masa depan tetap berjalan dengan baik meskipun terjadi konversi lahan karena dengan alternatif lainnya dapat memanfaatkan gedung - gedung bertingkat sebagai wadah mereka.

deptan

Rabu, 14 Oktober 2009

potensi agribisnis indonesia

Agribisnis sebagai suatu sistem merupakan seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Dengan demikian agribisnis terdiri dari dari berbagai sub sistem yang tergabung dalam rangkaian interaksi dan interpedensi secara reguler, serta terorganisir sebagai suatu totalitas.

Paling tidak terdapat lima subsistem yang harus berkaitan pada system agribisnis yaitu :

a. Subsistem Penyediaan Sarana Produksi

Sub sistem penyediaan sarana produksi menyangkut kegiatan pengadaan dan penyaluran. Kegiatan ini mencakup Perencanaan, pengelolaan dari sarana produksi, teknologi dan sumberdaya agar penyediaan sarana produksi atau input usahatani memenuhi kriteria tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu dan tepat produk.

b. Subsistem Usahatani atau proses produksi

Sub sistem ini mencakup kegiatan pembinaan dan pengembangan usahatani dalam rangka meningkatkan produksi primer pertanian. Termasuk kedalam kegiatan ini adalah perencanaan pemilihan lokasi, komoditas, teknologi, dan pola usahatani dalam rangka meningkatkan produksi primer. Disini ditekankan pada usahatani yang intensif dan sustainable (lestari), artinya meningkatkan produktivitas lahan semaksimal mungkin dengan cara intensifikasi tanpa meninggalkan kaidah-kaidah pelestarian sumber daya alam yaitu tanah dan air. Disamping itu juga ditekankan usahatani yang berbentuk komersial bukan usahatani yang subsistem, artinya produksi primer yang akan dihasilkan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam artian ekonomi terbuka.

c. Subsistem Agroindustri/pengolahan hasil

Lingkup kegiatan ini tidak hanya aktivitas pengolahan sederhana di tingkat petani, tetapi menyangkut keseluruhan kegiatan mulai dari penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat pengolahan lanjutan dengan maksud untuk menambah value added (nilai tambah) dari produksi primer tersebut. Dengan demikian proses pengupasan, pembersihan, pengekstraksian, penggilingan, pembekuan, pengeringan, dan peningkatan mutu.

d. Subsistem Pemasaran

Sub sistem pemasaran mencakup pemasaran hasil-hasil usahatani dan agroindustri baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Kegiatan utama subsistem ini adalah pemantauan dan pengembangan informasi pasar dan market intelligence pada pasar domestik dan pasar luar negeri.

e. Subsistem Penunjang

Subsistem ini merupakan penunjang kegiatan pra panen dan pasca panen yang meliputi :

  • Sarana Tataniaga
  • Perbankan/perkreditan
  • Penyuluhan Agribisnis
  • Kelompok tani
  • Infrastruktur agribisnis
  • Koperasi Agribisnis
  • BUMN
  • Swasta
  • Penelitian dan Pengembangan
  • Pendidikan dan Pelatihan
  • Transportasi
  • Kebijakan Pemerintah
Pertanian UMY


"Magical Template" designed by Blogger Buster